top of page
Asia Pork Surabaya - transparansi dan keterangan produk mengandung babi

Restoran Pork Menjelang 18 Oktober 2026: Aturan Keterangan Mengandung Babi yang Perlu Diketahui

Writer: Vittorio Julian
Vittorio Julian
Oct 3
2 min read

Menjelang Oktober 2026, pembicaraan mengenai sertifikasi halal kembali ramai. Bagi restoran atau usaha yang memang menjual pork, pertanyaannya: apakah bisnis yang menjual daging babi harus mendapatkan sertifikat halal?

Produk yang berasal dari bahan yang diharamkan, termasuk produk berbahan babi, dikecualikan dari kewajiban bersertifikat halal. Namun produk tersebut wajib memberikan keterangan tidak halal kepada konsumen sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi persoalannya bukan membuat produk babi menjadi halal, melainkan transparansi.

Aturan Teknisnya Sekarang Lebih Spesifik

Peraturan BPJPH Nomor 3 Tahun 2026 tentang Bentuk dan Tata Cara Pencantuman Keterangan Tidak Halal ditetapkan 13 Juli 2026 dan diundangkan 23 Juli 2026. BPJPH juga menyediakan materi resmi keterangan MENGANDUNG BABI dan NON HALAL. Pelaku usaha perlu merujuk pada materi dan ketentuan resmi BPJPH.

Informasi Produk Jangan Dibuat Samar

Dalam bisnis kuliner, nama kreatif adalah bagian dari marketing. Namun bila menu menggunakan babi, informasi bahan sebaiknya terlihat jelas sebelum keputusan pembelian. Prinsip sederhananya: jangan membuat customer harus menebak apakah sebuah produk mengandung babi.

Takeaway dan Produk Kemasan Perlu Perhatian Lebih

Pada dine-in, staf masih dapat menjelaskan menu. Pada delivery, marketplace, atau produk kemasan, konsumen terutama melihat foto, nama produk, deskripsi, dan kemasan. Karena itu produk yang mengandung babi perlu membawa informasi yang jelas sesuai ketentuan yang berlaku.

Pisahkan Produk untuk Menghindari Kekeliruan

Bila suatu fasilitas menangani kategori produk yang berbeda, tata penyimpanan dan penanganan perlu dibuat jelas agar barang tidak tertukar. Prinsip operasionalnya: barang masuk jelas, penyimpanan jelas, produksi jelas, dan barang keluar jelas.

Supplier Menjadi Bagian dari Traceability

Transparansi tidak berhenti pada menu. Supplier sebaiknya memberikan identitas produk yang jelas seperti nama cut, berat, packing, kondisi fresh atau frozen, dan identifikasi batch atau dokumen pendukung yang relevan. Semakin besar usaha dan semakin banyak outlet, semakin penting informasi mengikuti barang.

Jangan Mengandalkan Istilah yang Ambigu

Istilah pemasaran seperti No Pork No Lard tidak sama dengan sertifikasi halal. Bagi usaha pork, gunakan bahasa yang spesifik. Jika produk mengandung babi, sampaikan dengan jelas. Transparansi lebih baik daripada bahasa marketing yang membuat konsumen salah memahami produk.

Kesimpulan

Bisnis yang menjual daging babi tidak diwajibkan mengubah produknya menjadi halal. Produk dari bahan yang diharamkan dikecualikan dari kewajiban sertifikasi halal, tetapi wajib memberikan keterangan tidak halal sesuai ketentuan. Untuk bisnis pork, arah yang tepat adalah membuat bahan baku, produk, penyimpanan, dan informasi kepada customer semakin jelas.

Asia Pork Surabaya memasok berbagai pork cuts untuk kebutuhan restoran, hotel, katering, butcher, dan usaha kuliner. Spesifikasi cut, ukuran kemasan, dan identifikasi barang yang konsisten dapat membantu purchasing, penyimpanan, serta produksi lebih mudah dikontrol.

Butuh supply pork yang lebih mudah distandardisasi untuk beberapa outlet atau banyak SKU? Hubungi Asia Pork Surabaya untuk mendiskusikan spesifikasi cut dan packing yang sesuai dengan sistem dapur Anda.

Catatan: artikel ini merupakan edukasi operasional berdasarkan regulasi dan informasi resmi yang tersedia per Oktober 2026, bukan pengganti konsultasi hukum. Untuk implementasi spesifik, rujuk langsung BPJPH dan Peraturan BPJPH Nomor 3 Tahun 2026.

 
 
 

Comments


bottom of page