top of page

Harga Daging Lebih Murah Belum Tentu Lebih Hemat: Cara Menghitung Waste Cost Saat Ganti Supplier

Writer: Vittorio Julian
Vittorio Julian
Sep 12
6 min read

Supplier lama Rp90.000/kg, supplier baru menawarkan Rp85.000/kg. Di nota terlihat hemat Rp5.000/kg. Tetapi apakah restoran benar-benar menghemat?

Kalau pembelian 100 kg, seolah-olah ada penghematan Rp500.000. Tetapi dalam operasional restoran, harga yang tercetak pada nota hanyalah purchase cost atau biaya pembelian. Angka itu belum tentu mencerminkan biaya sebenarnya dari bahan baku yang akhirnya dapat dimasak, diporsikan, dan dijual kepada pelanggan.

Jika produk yang lebih murah membutuhkan trimming lebih banyak, memiliki proporsi bagian yang tidak sesuai kebutuhan menu, ukuran tidak konsisten, atau menghasilkan susut lebih besar, maka food cost restoran justru bisa meningkat.

Karena itu, saat membandingkan supplier daging babi, jangan hanya bertanya “berapa harga per kilogram?” Pertanyaan berikutnya seharusnya: “Dari setiap kilogram yang saya bayar, berapa kilogram yang benar-benar bisa saya gunakan?”

Apa Itu Waste Cost Restoran?

Waste cost adalah biaya dari bagian bahan baku yang sudah dibeli, tetapi tidak memberikan nilai langsung terhadap produk yang akhirnya dijual.

Misalnya sebuah restoran membeli 10 kg daging. Setelah produk masuk ke dapur, ternyata sebagian harus dipangkas, dipisahkan, atau tidak dapat digunakan untuk menu yang sedang diproduksi. Bagian tersebut tetap sudah dibayar oleh restoran.

  • trimming berlebihan

  • lemak yang harus dibuang sesuai spesifikasi menu

  • tulang atau bagian tertentu yang tidak digunakan

  • ukuran atau ketebalan potongan yang tidak sesuai

  • produk yang harus dipotong ulang

  • susut berat selama proses persiapan

  • bagian produk yang tidak sesuai kebutuhan produksi

  • variasi antar-batch yang menyebabkan hasil usable berubah

Lemak dan tulang tidak otomatis berarti waste. Sebuah restoran mungkin menggunakan tulang untuk stock atau broth. Lemak dapat digunakan untuk rendering, saus, atau produk lain. Waste harus dihitung berdasarkan menu, proses produksi, dan spesifikasi masing-masing dapur.

Contoh: Harga Lebih Murah, Tetapi Real Cost Lebih Mahal

Supplier A

Harga beli Rp90.000/kg. Restoran membeli 10 kg, sehingga total biaya Rp900.000. Setelah trimming dan persiapan, usable yield-nya 90%. Artinya dari 10 kg yang dibeli, restoran mendapatkan 9 kg produk usable.

Real cost per kg usable: Rp900.000 ÷ 9 kg = Rp100.000/kg usable.

Supplier B

Harga beli Rp85.000/kg. Restoran membeli 10 kg dengan total Rp850.000. Secara nota, Supplier B terlihat Rp50.000 lebih murah untuk pembelian 10 kg. Namun usable yield hanya 80%, sehingga restoran hanya mendapatkan 8 kg produk usable.

Real cost: Rp850.000 ÷ 8 kg = Rp106.250/kg usable.

Perhitungan

Supplier A

Supplier B

Harga beli/kg

Rp90.000

Rp85.000

Pembelian

10 kg

10 kg

Total biaya

Rp900.000

Rp850.000

Usable yield

90%

80%

Berat usable

9 kg

8 kg

Real cost/kg usable

Rp100.000

Rp106.250

Supplier B terlihat lebih murah Rp5.000/kg pada nota. Tetapi setelah usable yield diperhitungkan, biaya bahan yang benar-benar dapat digunakan justru Rp6.250/kg lebih tinggi.

Harga beli adalah biaya bahan yang datang. Real usable cost adalah biaya bahan yang benar-benar dapat menghasilkan penjualan.

Cara Menghitung Usable Yield Daging

Usable Yield (%) = Berat yang Bisa Digunakan ÷ Berat Pembelian × 100%

Contoh: daging masuk 10 kg, setelah trimming tersisa 8,7 kg. Maka usable yield = 8,7 ÷ 10 × 100% = 87%.

Real Cost per Kg Usable = Total Biaya Pembelian ÷ Berat Usable

Misalnya total pembelian Rp900.000 dan hasil usable 8,7 kg, maka real cost sekitar Rp103.448/kg usable.

Yang menghasilkan uang bukan berat yang tertulis di nota, tetapi berat yang akhirnya bisa masuk ke piring pelanggan.

Mengapa Konsistensi Supplier Sangat Penting?

Usable yield tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah trimming. Konsistensi spesifikasi dari satu pengiriman ke pengiriman berikutnya juga sangat berpengaruh terhadap costing.

  • menjaga food cost

  • menentukan portion size

  • menjaga karakter rasa dan tekstur

  • mempercepat preparation

  • mengurangi waktu trimming

  • mengurangi variasi antar-batch

  • membuat costing menu lebih akurat

Contoh pada Pork Cuts

Samcan atau pork belly dengan proporsi daging dan lemak yang berbeda dapat memberikan usable yield yang berbeda untuk restoran yang membutuhkan standar tertentu.

Kapsim atau pork collar: trimming dan bentuk potongan berpengaruh pada portioning.

Paha: keseragaman potongan membantu produksi dalam jumlah besar.

Iga atau ribs: spesifikasi tulang, daging, dan ukuran memengaruhi yield per porsi.

Tenderloin atau lulur dalam: bentuk dan trimming dapat berpengaruh pada jumlah portion yang diperoleh.

Karena itu, membandingkan supplier daging babi sebaiknya selalu dilakukan dengan spesifikasi yang sama.

Hidden Cost Selain Waste

Waktu tenaga kerja untuk trimming

Jika staf dapur membutuhkan tambahan 20–30 menit untuk membersihkan atau merapikan bahan baku, waktu tersebut memiliki biaya. Pada volume besar, beberapa menit tambahan per batch dapat berubah menjadi banyak jam kerja setiap bulan.

Sortir ulang oleh chef

Produk yang tidak konsisten sering membutuhkan inspeksi tambahan. Chef atau supervisor harus memilih kembali bagian yang cocok untuk menu tertentu.

Produk harus dipotong ulang

Ketebalan atau ukuran yang tidak sesuai dapat membuat dapur melakukan re-cutting. Semakin banyak proses tambahan, semakin tinggi handling cost.

Portion tidak konsisten

Perbedaan ukuran potongan dapat menyebabkan satu porsi mendapat terlalu banyak atau terlalu sedikit bahan. Selisih kecil yang terjadi ratusan kali sehari dapat memengaruhi food cost.

Hasil masak berbeda

Komposisi lemak, ukuran, dan struktur potongan dapat memengaruhi susut setelah dimasak. Dua produk dengan berat mentah sama belum tentu memberikan jumlah porsi matang yang sama.

Harga bahan baku yang rendah dapat kehilangan keunggulannya jika restoran harus mengeluarkan lebih banyak tenaga kerja, preparation time, atau kehilangan yield.

Sebelum Ganti Supplier, Lakukan Trial 5–10 Kg

Tidak perlu membuat analisis yang rumit. Gunakan produk dengan spesifikasi yang sama dan catat hasilnya.

  1. Berat awal

  2. Berat setelah trimming

  3. Berat usable

  4. Persentase waste

  5. Ukuran dan ketebalan

  6. Konsistensi potongan

  7. Hasil setelah dimasak

  8. Waktu preparation dapur

  9. Cost per portion

  10. Cost per kg usable

Jangan hanya membandingkan dua nota. Bandingkan hasil akhir di dapur.

Purchase Price vs Real Food Cost

Dalam procurement F&B, harga tetap penting. Tetapi harga sebaiknya menjadi salah satu variabel, bukan satu-satunya variabel.

  • Harga: berapa purchase cost per kilogram?

  • Spesifikasi: apakah produknya sesuai kebutuhan menu?

  • Yield: berapa persen yang benar-benar dapat digunakan?

  • Konsistensi: apakah hasil tersebut dapat dipertahankan dari satu batch ke batch berikutnya?

Ketika empat hal tersebut dihitung bersama, owner mendapatkan gambaran real food cost yang lebih masuk akal. Purchasing manager juga dapat berkomunikasi dengan chef menggunakan data usable yield dan cost per portion, bukan hanya harga pada invoice.

Supplier dengan Harga Rendah Belum Tentu Menghasilkan Food Cost Rendah

Ada produk dengan harga lebih rendah dan yield yang bagus. Ada pula produk dengan harga lebih tinggi yang justru memberikan real cost lebih rendah karena spesifikasinya lebih sesuai dengan kebutuhan dapur.

Yang perlu dicari adalah kombinasi antara purchase price, usable yield, spesifikasi, dan konsistensi.

Di Asia Pork, kami mendorong pelanggan B2B untuk menentukan spesifikasi produk berdasarkan kebutuhan menu sehingga perbandingan supplier dapat dilakukan berdasarkan kualitas produk, spesifikasi, konsistensi, dan usable yield—bukan hanya harga per kilogram.

Bagi restoran, hotel, katering, reseller, maupun usaha kuliner yang sedang mengevaluasi supplier pork Surabaya atau kebutuhan pork supplier Indonesia, pendekatan ini dapat membantu membuat keputusan pembelian yang lebih terukur.

Kesimpulan

Supplier dengan harga Rp85.000/kg belum tentu lebih ekonomis dibanding produk Rp90.000/kg. Jika usable yield-nya lebih rendah, preparation lebih lama, atau hasil portioning lebih sulit dikontrol, maka real food cost dapat berubah cukup besar.

Ukur berat, ukur waste, hitung usable yield, hitung cost per portion, kemudian bandingkan.

Supplier dengan harga terendah di nota belum tentu menghasilkan food cost terendah. Angka yang lebih penting adalah biaya untuk setiap kilogram bahan yang benar-benar bisa digunakan dan dijual.

Sedang Membandingkan Supplier?

Sedang mengevaluasi supplier daging babi untuk kebutuhan restoran atau bisnis F&B? Bandingkan bukan hanya harga per kilogram, tetapi juga spesifikasi dan usable yield setiap produk.

FAQ — Waste Cost dan Food Cost Restoran

1. Apa itu waste cost restoran?

Waste cost restoran adalah biaya dari bahan yang telah dibeli tetapi tidak dapat atau tidak digunakan dalam produk yang dijual. Waste dapat berasal dari trimming, bagian yang tidak sesuai spesifikasi, susut, atau faktor lain sesuai kebutuhan menu masing-masing restoran.

2. Bagaimana cara menghitung usable yield daging?

Gunakan rumus: Usable Yield (%) = Berat usable ÷ Berat pembelian × 100%. Misalnya membeli 10 kg dan setelah trimming tersisa 9 kg, usable yield adalah 90%.

3. Apakah supplier dengan harga lebih murah selalu menurunkan food cost restoran?

Tidak selalu. Harga beli perlu dibandingkan dengan usable yield, cost per portion, trimming, hasil masak, serta konsistensi produk.

4. Berapa banyak produk yang sebaiknya digunakan untuk trial supplier baru?

Untuk evaluasi awal, trial sekitar 5–10 kg dapat membantu membandingkan berat awal, trimming, usable yield, hasil masak, preparation time, dan cost per portion. Untuk volume besar, trial beberapa batch memberi gambaran konsistensi yang lebih baik.

5. Apa yang harus dibandingkan saat memilih supplier daging babi untuk restoran?

Selain harga daging babi restoran, bandingkan spesifikasi potongan, usable yield, konsistensi antar-batch, preparation time, hasil masak, cold-chain handling, dan real cost per portion.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page